Sarwendah Luruskan Isu Bullying Anak di Sekolah, Ungkap Kejadian Sebenarnya
JAKARTA - Sarwendah Tan meluruskan pemberitaan mengenai dugaan perundungan yang dialami kedua putrinya di tengah persoalan rumah tangganya dengan mantan suami, Ruben Onsu.
Melalui Insta Story, Sarwendah menegaskan bahwa perundungan terhadap anak-anaknya tidak terjadi di lingkungan sekolah. Ia menyebut pernyataannya sebelumnya telah dipelintir sehingga muncul anggapan bahwa kedua putrinya mengalami bullying secara langsung di sekolah.
“Opini bahwa perundungan terjadi di lingkungan sekolah anak-anak saya adalah tidak benar. Pihak sekolah sangat menjaga lingkungan sekolah dari hal-hal bersifat perundungan,” tutur Sarwendah.
Menurut Sarwendah, perundungan yang dimaksud terjadi melalui media sosial yang berkaitan dengan sekolah serta akun Instagram pribadi anaknya.
Ia pun mengapresiasi pihak sekolah yang dinilai memiliki komitmen untuk menjaga lingkungan belajar tetap aman dan positif bagi para siswa.
“Oleh karena itu, saya memohon kepada semua pihak untuk menjaga komentarnya terhadap anak-anak di sosial media,” ujar pelantun Kamu Berhak Bahagia tersebut.
Sarwendah Minta Warganet Berhati-hati Berkomentar
Klarifikasi Sarwendah kemudian mendapat beragam respons dari warganet di Threads. Sebagian pengguna media sosial mempertanyakan alasan dirinya memberikan penjelasan tersebut.
Sementara itu, pengguna lainnya menilai telah terjadi kesalahpahaman dalam memahami pernyataan Sarwendah sebelumnya. Mereka menegaskan bahwa yang dimaksud Sarwendah adalah perundungan melalui media sosial, bukan kejadian yang berlangsung secara langsung di lingkungan sekolah.
Persoalan tersebut sebelumnya mencuat setelah Sarwendah berbicara mengenai dampak konflik kedua orangtuanya terhadap anak-anak dalam podcast bersama Denny Sumargo.
Dalam kesempatan tersebut, Sarwendah mengungkapkan bahwa kedua putrinya turut menerima hujatan di media sosial. Ia mengaku sedih karena anak-anaknya ikut terkena dampak dari persoalan yang terjadi antara dirinya dan Ruben Onsu.
“Anak saya dibully di media sosial sekolahnya. Dibilang anak enggak tahu diri anak ini anak itu. Saya sebagai ibu sakit hati dan sedih sekali karena anak saya tidak melakukan itu tapi dia dihujat sama orang-orang,” tutur Sarwendah.
Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian publik. Namun, melalui klarifikasi terbarunya, Sarwendah menekankan bahwa perundungan yang ia maksud tidak berlangsung di sekolah secara langsung.
Ia juga meminta masyarakat lebih berhati-hati ketika memberikan komentar mengenai anak-anak, khususnya di media sosial, agar persoalan orang dewasa tidak semakin berdampak terhadap mereka.

Posting Komentar