Kyiv Digempur Rusia, Sedikitnya 17 Orang Tewas dan 45 Terluka

Kyiv Digempur Rusia, Sedikitnya 17 Orang Tewas dan 45 Terluka

KYIV – Serangan rudal balistik dan pesawat nirawak Rusia menghantam Kyiv serta sejumlah wilayah di sekitarnya pada Rabu (5/8/2026). Sedikitnya 17 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 45 lainnya mengalami luka-luka.

Serangan tersebut menjadi salah satu yang paling mematikan di Ukraina sepanjang tahun ini. Sejumlah bangunan permukiman, stasiun kereta api, dan gudang dilaporkan terdampak.

Ukraina selama ini terus meminta dukungan tambahan dari negara-negara sekutunya, terutama berupa rudal pencegat Patriot buatan Amerika Serikat, untuk menghadapi serangan rudal balistik Rusia.

Dalam serangan yang terjadi pada malam hari itu, pihak Ukraina tidak melaporkan adanya rudal balistik Rusia yang berhasil dicegat.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menilai keterlambatan pengiriman sistem pertahanan rudal balistik dari negara-negara mitra telah memperbesar dampak serangan.

Menurut Zelensky, keterlambatan tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan yang luas.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan ditujukan ke pusat logistik dan fasilitas pasokan militer di Kyiv dan wilayah sekitarnya.

Menurut pernyataan kementerian tersebut, fasilitas yang menjadi sasaran digunakan untuk menyimpan serta menyalurkan persenjataan dan perlengkapan militer. Lokasi itu juga disebut berkaitan dengan produksi dan distribusi pesawat nirawak.

“Pusat-pusat ini terlibat dalam penyimpanan dan pengiriman berbagai senjata serta perlengkapan militer, juga dalam produksi dan distribusi pesawat nirawak,” demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia, seperti dilansir BBC.

Rusia juga mengklaim telah menyerang tiga kapal kargo di sekitar Pelabuhan Odesa, Laut Hitam. Ketiga kapal tersebut disebut membawa senjata dan perlengkapan militer.

Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan masih terdapat kemungkinan sejumlah warga tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Layanan darurat Ukraina melaporkan satu orang meninggal dunia dan sedikitnya 16 orang terluka di Kota Kyiv. Sementara itu, di wilayah sekitar ibu kota, 16 orang dilaporkan tewas dan 29 lainnya mengalami luka-luka.

Hingga Rabu, petugas pemadam kebakaran masih berupaya mengendalikan kebakaran di lima titik. Area yang terdampak dilaporkan mencakup wilayah seluas sekitar 230.000 meter persegi.

Angkatan Udara Ukraina menyatakan Rusia meluncurkan 24 rudal balistik dan empat rudal antikapal dalam serangan tersebut. Selain itu, sebanyak 115 drone dilaporkan dikerahkan menuju sejumlah sasaran.

Menurut militer Ukraina, sistem pertahanan udara berhasil mencegat 98 drone. Namun, tidak ada laporan mengenai pencegatan terhadap rudal balistik yang digunakan dalam serangan itu.

Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia meningkatkan intensitas serangan terhadap Kyiv. Di sisi lain, Ukraina juga memperluas serangan terhadap sejumlah infrastruktur di Rusia, termasuk fasilitas yang berkaitan dengan sektor energi dan kelistrikan.

Di wilayah Tula, Rusia, sebuah drone dilaporkan menghantam gudang milik perusahaan perdagangan elektronik Wildberries pada Selasa malam.

Gubernur Tula Dmitry Milyaev mengatakan serangan tersebut memicu kebakaran dan menyebabkan satu orang mengalami luka-luka. Tidak ada korban meninggal dunia yang dilaporkan.

Pihak Wildberries menyatakan petugas pemadam kebakaran telah dikerahkan ke lokasi. Fasilitas tersebut juga telah dievakuasi sebagai langkah pencegahan.

Ukraina sebelumnya beberapa kali menargetkan fasilitas pergudangan, termasuk lokasi yang dioperasikan Wildberries. Dalam serangan terhadap sejumlah gudang di wilayah Moskow pada Selasa (4/8/2026), lima orang dilaporkan meninggal dunia dan 10 lainnya mengalami luka-luka.

Sehari sebelumnya, otoritas Rusia menyebut tujuh orang tewas dan 58 lainnya terluka setelah sebuah drone menghantam kawasan pantai yang ramai dikunjungi di wilayah Krasnodar, Rusia selatan.

Sementara itu, Ukraina mengecam sebuah video yang memperlihatkan seorang pria diduga dikejar pesawat nirawak di wilayah Kherson. Pemerintah Ukraina menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk “perburuan” atau “safari” yang sengaja menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

Rusia dan Ukraina sama-sama membantah melakukan serangan dengan tujuan menyasar warga sipil.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kyiv Digempur Rusia, Sedikitnya 17 Orang Tewas dan 45 Terluka
  • Kyiv Digempur Rusia, Sedikitnya 17 Orang Tewas dan 45 Terluka
  • Kyiv Digempur Rusia, Sedikitnya 17 Orang Tewas dan 45 Terluka
  • Kyiv Digempur Rusia, Sedikitnya 17 Orang Tewas dan 45 Terluka
  • Kyiv Digempur Rusia, Sedikitnya 17 Orang Tewas dan 45 Terluka
  • Kyiv Digempur Rusia, Sedikitnya 17 Orang Tewas dan 45 Terluka

Posting Komentar