KKB Serang Pos Aparat di Mimika, 9 Warga Disandera
PAPUA TENGAH — Kelompok bersenjata menyerang pos aparat keamanan dari tiga arah di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Dalam peristiwa tersebut, sembilan warga perempuan dilaporkan dibawa secara paksa dan hingga kini masih dalam pencarian aparat.
Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Teuku Jozanda mengatakan serangan terjadi pada pagi hari. Kelompok bersenjata tersebut disebut masuk ke wilayah permukiman dengan menyusuri sungai sebelum menyerang dari beberapa arah.
"Mereka diserang dari tiga sisi, dia menyusuri sungai masuk ke kampung. Serangan terjadi di pagi hari, setelah menembak kita membalas kemudian mereka mundur," ujar Jozanda, Kamis (20/8/2026).
Menurut Jozanda, kelompok tersebut diduga merupakan kelompok baru. Karena itu, aparat diminta meningkatkan kewaspadaan dalam melakukan pengejaran maupun pengamanan di wilayah tersebut.
"Yang lebih penting adalah ini kelompok baru makanya kita harus hati-hati," katanya.
Informasi mengenai warga yang dibawa paksa kemudian diterima aparat. Personel keamanan langsung dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap sembilan perempuan yang keberadaannya belum diketahui.
Jozanda mengatakan para korban terdiri atas anak-anak yang masih duduk di kelas III, IV, dan VI sekolah dasar. Selain itu, terdapat perempuan berusia 18 tahun serta seorang remaja berusia 17 tahun yang disebut sedang hamil muda. Laporan lain menyebut sebagian korban berusia remaja.
Dua Ibu Jadi Korban
Dalam peristiwa tersebut, dua ibu disebut berusaha mencegah kelompok bersenjata membawa anak mereka. Upaya tersebut berujung pada tindakan kekerasan terhadap keduanya.
Salah satu korban, Neregingget Magai, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak. Sementara Inkolung Aim mengalami patah tulang kaki setelah didorong atau dilempar ke jurang. Informasi mengenai kedua korban tersebut juga dilaporkan sejumlah media lokal dan tengah menjadi bagian dari penanganan aparat.
Sembilan warga lainnya masih belum diketahui keberadaan dan kondisinya. Aparat gabungan terus melakukan pengejaran dan pendalaman untuk menemukan mereka sekaligus memastikan keselamatan para korban.
Jozanda berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil dan seluruh warga yang dibawa paksa dapat ditemukan dalam keadaan selamat.
"Harapan saya selaku Dandim semoga warga ini bisa segera ditemukan dan selamat. Semoga prajurit yang melakukan pengejaran ini Allah berikan kemudahan," ujarnya.
Sementara itu, kepolisian juga menyiapkan langkah penanganan di lokasi kejadian. Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak menyatakan pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta dukungan personel Brimob Batalyon B untuk memperkuat pengamanan di Polsek Jila.
Identitas kelompok yang diduga membawa warga tersebut masih dalam penyelidikan. Aparat juga belum memastikan secara resmi kelompok mana yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Karena itu, penyebutan kelompok pelaku dalam pemberitaan masih perlu menggunakan atribusi dan kata "diduga" hingga penyelidikan memberikan kepastian.

Posting Komentar