Kapolri Hadiri Muktamar XVI Tapak Suci, Dorong Sinergi Jaga Keamanan Masyarakat
JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri apel pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Lapangan Pancasila Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2026).
Dalam agenda tersebut, Sigit mendapat anugerah sebagai anggota kehormatan keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Sigit mengatakan, sinergi antara aparat keamanan dan berbagai elemen masyarakat perlu terus diperkuat untuk menjaga keamanan serta ketertiban di Indonesia. Menurutnya, nilai yang dipegang para pendekar Tapak Suci memiliki keterkaitan dengan tugas kepolisian dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dan saya kira ini ada irisannya juga dengan tugas Polri, yang tugasnya juga hampir sama memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat di bidang keamanan, di bidang harkamtibmas, dan juga masalah-masalah masyarakat yang terdampak karena gangguan keamanan, gangguan kriminalitas dan kejahatan,” kata Sigit.
Atas kesamaan semangat tersebut, Sigit berharap kerja sama antara Polri dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah dapat semakin diperkuat. Ia meminta jajarannya di berbagai tingkatan, mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek, dapat membangun kegiatan bersama dengan Tapak Suci yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Mulai dari mungkin membuka cabang latihan di Mabes, di Polda, ataupun di Polres-Polres setempat, sampai juga mungkin melakukan berbagai macam kegiatan bersama untuk bersama-sama menjaga negeri ini dari berbagai macam ancaman,” ujarnya.
Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Sigit menilai kerja sama lintas elemen menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan situasi global. Menurutnya, masyarakat perlu bergerak bersama untuk mendukung program pemerintah sekaligus memperkuat ketahanan nasional.
Ia menyinggung sejumlah program pemerintah yang berkaitan dengan upaya mencapai kemandirian nasional, termasuk swasembada pangan, swasembada energi, serta penciptaan lapangan kerja melalui program hilirisasi.
“Kita kemudian harus mampu bertahan di tengah situasi global untuk bisa mandiri dengan melaksanakan apa yang menjadi program-program yang terkait dengan masalah bagaimana kita mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi, dan terus membuka lapangan kerja dengan program-program hilirisasi dan program-program lain dari pemerintah,” ucap Sigit.
Selain persoalan ketahanan nasional, Sigit menyoroti pentingnya membangun lingkungan yang dapat melindungi generasi muda dari berbagai ancaman. Ia mengajak Polri bersama Tapak Suci membangun cooling system di tengah masyarakat, khususnya untuk kalangan generasi muda.
Menurut dia, langkah tersebut diperlukan untuk mencegah anak muda terpapar disinformasi, narkoba, judi daring, maupun berbagai bentuk ancaman lain yang dapat merugikan masa depan mereka.
“Tentunya akan merugikan generasi sekarang maupun generasi muda yang akan datang. Dan saya yakin ini semua bisa berjalan dengan baik kalau kemudian terjadi kolaborasi dan sinergitas antara Polri dan rekan-rekan Tapak Suci,” papar Sigit.
Sigit berharap kerja sama Polri dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas di lapangan. Ia mengajak kedua pihak membangun semangat dan tekad yang sama dalam menjaga bangsa, negara, serta masyarakat dari berbagai ancaman.
“Harapan saya ke depan ini betul-betul bisa diimplementasikan, bisa diwujudkan di lapangan, bisa kita wujudkan bersama sehingga bagaimana kita memiliki semangat yang sama, memiliki tekad yang sama untuk bersama-sama menjaga bangsa ini, menjaga negara ini, dan juga menjaga rakyat kita dari berbagai macam ancaman,” tutur Sigit.
Ia menilai kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjaga, ditambah sinergi yang kuat di antara berbagai elemen bangsa, akan menjadi salah satu faktor pendukung dalam mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Dan mari kita bersama-sama bersatu kompak untuk menghadapi segala macam situasi yang ada untuk menjaga agar dalam situasi apapun Indonesia tetap bisa bertahan, tetap bisa bertumbuh, dan kita memiliki cita-cita besar untuk mewujudkan Indonesia mencapai tujuan nasional kita, mewujudkan Visi Indonesia Emas, mewujudkan Indonesia yang makmur,” kata Sigit.

Posting Komentar