Industri Pindar Tumbuh, OJK Catat Laba Rp1,15 Triliun hingga Juni 2026

Industri Pindar Tumbuh, OJK Catat Laba Rp1,15 Triliun hingga Juni 2026

JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap adanya sejumlah rencana aksi korporasi di industri pinjaman daring (pindar), termasuk merger dan akuisisi. Konsolidasi tersebut menjadi salah satu langkah yang ditempuh penyelenggara fintech pendanaan bersama untuk memperkuat permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha.

OJK terus memantau proses konsolidasi tersebut, terutama untuk memastikan penyelenggara memenuhi ketentuan mengenai batas minimum ekuitas. Penguatan permodalan dinilai penting untuk menjaga kemampuan industri dalam menghadapi berbagai risiko dan mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

“Hingga saat ini, OJK telah menerima beberapa pengajuan aksi korporasi, baik berupa merger maupun akuisisi, yang masih berpotensi dilakukan ke depan sebagai bagian dari strategi penguatan permodalan, pemenuhan ketentuan, dan pengembangan bisnis,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman, dalam keterangan tertulis, dikutip Sabtu (8/8/2026).

Di tengah rencana konsolidasi tersebut, industri pindar juga mencatat pertumbuhan pendanaan dari lender luar negeri. OJK mencatat nilai pendanaan dari pemberi pinjaman asing mencapai Rp17,28 triliun hingga Juni 2026.

Angka tersebut tumbuh 34,18 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dan menyumbang 16,43 persen dari total outstanding pendanaan industri pindar.

Pertumbuhan pendanaan dari lender luar negeri menunjukkan masih adanya aktivitas investasi asing dalam industri pindar nasional. Namun, perkembangan tersebut berjalan beriringan dengan kebutuhan penyelenggara untuk menjaga kualitas penyaluran pendanaan dan mengelola risiko kredit.

Laba Industri Pindar Tumbuh

Dari sisi kinerja keuangan, industri pindar juga mencatat pertumbuhan laba. OJK mencatat laba industri pada Juni 2026 mencapai Rp1,15 triliun atau meningkat 10,14 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Agusman mengatakan, capaian laba tersebut masih membuka peluang bagi industri untuk melampaui kinerja laba sepanjang 2025. Pertumbuhan penyaluran dana, penguatan manajemen risiko, dan peningkatan kualitas credit scoring menjadi sejumlah faktor yang mendukung kinerja tersebut.

“Laba industri pindar pada Juni 2026 meningkat 10,14 persen yoy menjadi sebesar Rp1,15 triliun, dan peluang untuk melampaui capaian laba tahun 2025 masih terbuka, didukung pertumbuhan penyaluran, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan kualitas credit scoring,” kata Agusman.

Meski mencatatkan pertumbuhan laba, OJK tetap memberikan perhatian terhadap kualitas aset dan tingkat risiko kredit di industri pindar. Salah satu indikator yang dipantau adalah tingkat wanprestasi atau kelalaian dalam memenuhi kewajiban yang telah melewati 90 hari atau TWP90.

Hingga Juni 2026, jumlah penyelenggara pindar yang mencatat TWP90 di atas batas 5 persen turun menjadi 16 perusahaan. Pada Mei 2026, jumlah penyelenggara yang berada di atas ambang tersebut tercatat sebanyak 18 perusahaan.

Menurut OJK, sebagian besar penyelenggara yang masih menghadapi persoalan TWP90 tinggi memiliki portofolio pendanaan yang didominasi sektor produktif. Penurunan jumlah penyelenggara dengan TWP90 di atas 5 persen dinilai menunjukkan adanya perbaikan kualitas pendanaan pada sebagian pelaku industri.

Meski demikian, OJK tetap menerapkan pengawasan terhadap penyelenggara yang belum mampu menekan tingkat kelalaian penyelesaian kewajiban sesuai batas yang ditetapkan.

“OJK telah meminta penyelenggara dengan TWP90 di atas 5 persen untuk melaksanakan langkah-langkah perbaikan secara ketat, termasuk menetapkan mereka dalam Status Pengawasan Intensif atau Pengawasan Khusus sesuai ketentuan,” ujar Agusman.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan OJK untuk menjaga kualitas industri pindar sekaligus memastikan pertumbuhan bisnis berjalan sejalan dengan pengelolaan risiko dan pemenuhan ketentuan permodalan.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Industri Pindar Tumbuh, OJK Catat Laba Rp1,15 Triliun hingga Juni 2026
  • Industri Pindar Tumbuh, OJK Catat Laba Rp1,15 Triliun hingga Juni 2026
  • Industri Pindar Tumbuh, OJK Catat Laba Rp1,15 Triliun hingga Juni 2026
  • Industri Pindar Tumbuh, OJK Catat Laba Rp1,15 Triliun hingga Juni 2026
  • Industri Pindar Tumbuh, OJK Catat Laba Rp1,15 Triliun hingga Juni 2026
  • Industri Pindar Tumbuh, OJK Catat Laba Rp1,15 Triliun hingga Juni 2026

Posting Komentar