BTN Salurkan 55.766 Unit KPR FLPP, Tertinggi di Antara Bank Himbara
JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mencatatkan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi terbesar di Indonesia. Hingga 29 Juli 2026, bank pelat merah tersebut telah merealisasikan pembiayaan 55.766 unit rumah melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Capaian itu menempatkan BTN sebagai penyalur KPR FLPP tertinggi di antara bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Penyaluran tersebut juga memperkuat peran BTN dalam memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak dan terjangkau.
Kinerja BTN mendapat apresiasi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait saat menghadiri Akad Massal 62.710 KPR Sejahtera FLPP yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
“Dirut BTN, Pak Nixon, untuk rumah subsidi paling tinggi BTN. Bisa saya laporkan kepada Pak Presiden bahwa penyaluran rumah subsidi BTN adalah yang tertinggi. Terima kasih Pak Nixon,” ujar Maruarar.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa rumah merupakan salah satu kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Pemerintah pun mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah, industri perbankan, pengembang, dan pemangku kepentingan lainnya agar kepemilikan rumah yang layak dapat dijangkau lebih banyak masyarakat.
Pada akad massal tersebut, BTN menjadi bank dengan jumlah peserta terbanyak. Sebanyak 30.203 debitur BTN mengikuti proses akad secara langsung maupun daring dari berbagai wilayah di Indonesia.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan capaian tersebut tidak terlepas dari kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem perumahan. Dukungan Danantara Indonesia disebut turut memperkuat sinergi antara pemerintah, BP Tapera, perbankan, dan pengembang.
Menurut Nixon, apresiasi pemerintah menjadi dorongan bagi BTN untuk terus menjalankan perannya sebagai bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan rakyat.
Berdasarkan data Kementerian PKP per 29 Juli 2026, BTN telah menyalurkan 55.766 unit KPR FLPP. Sementara itu, PT Bank Syariah Nasional (BSN) tercatat telah menyalurkan pembiayaan untuk 28.282 unit rumah subsidi.
Secara konsolidasi, BTN dan BSN telah membiayai 84.048 unit rumah subsidi sepanjang 2026.
Tidak hanya memperluas penyaluran KPR subsidi kepada masyarakat, BTN juga memperkuat pembiayaan dari sisi penyediaan rumah. Hingga akhir Juli 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) mencapai sekitar Rp4,39 triliun.
Pembiayaan tersebut diberikan untuk mendukung pengembang, kontraktor, toko bahan bangunan, serta pelaku usaha lain yang menjadi bagian dari rantai pasok sektor perumahan.
BTN juga melanjutkan pengembangan layanan digital melalui platform balé Properti. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat mencari hunian, menghitung perkiraan cicilan, hingga mengajukan KPR secara daring dalam satu ekosistem.
Nixon mengatakan pengembangan layanan digital diharapkan dapat memudahkan masyarakat, terutama calon pembeli rumah pertama, dalam menemukan hunian dan memperoleh pembiayaan.
“Kami ingin perjalanan masyarakat menuju rumah pertama semakin sederhana, mulai dari menemukan hunian yang sesuai hingga memperoleh pembiayaan. Karena itu, BTN terus memperkuat pembiayaan, mempercepat layanan, dan memperluas kolaborasi agar Program 3 Juta Rumah dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas,” ujar Nixon.
Akad Massal KPR Sejahtera FLPP 2026 menjadi penyelenggaraan terbesar sejak program tersebut pertama kali dilaksanakan. Berdasarkan data BP Tapera, kegiatan tersebut melibatkan 62.710 debitur yang tersebar di 372 kabupaten dan kota pada 36 provinsi.
Pelaksanaan akad massal itu mencerminkan penguatan kerja sama antara pemerintah dan industri perbankan dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Posting Komentar