7 Manfaat Semangka untuk Kesehatan Seksual Pria, Benarkah Bisa Tingkatkan Gairah?
JAKARTA - Semangka selama ini dikenal sebagai buah yang menyegarkan dan kaya kandungan air. Namun, buah berwarna merah ini juga kerap dikaitkan dengan kesehatan seksual pria, terutama karena mengandung L-citrulline, likopen, vitamin C, dan sejumlah antioksidan.
L-citrulline menjadi salah satu kandungan yang paling banyak dibicarakan dalam kaitannya dengan fungsi seksual. Di dalam tubuh, senyawa tersebut dapat diubah menjadi L-arginine yang kemudian berperan dalam jalur pembentukan oksida nitrat. Oksida nitrat membantu melemaskan pembuluh darah sehingga aliran darah dapat berlangsung lebih baik.
Sirkulasi darah yang sehat merupakan salah satu faktor penting dalam fungsi ereksi. Sebuah penelitian kecil terhadap pria dengan disfungsi ereksi ringan menemukan adanya perbaikan kekerasan ereksi setelah mengonsumsi suplemen L-citrulline. Namun, penelitian tersebut menggunakan L-citrulline dalam bentuk suplemen, bukan menguji konsumsi semangka secara langsung. Karena itu, manfaat semangka tidak dapat disamakan dengan pengobatan disfungsi ereksi.
Lantas, apa saja manfaat semangka yang berpotensi berkaitan dengan kesehatan seksual pria?
1. Mendukung sirkulasi darah
Kandungan L-citrulline dalam semangka berpotensi mendukung proses pembentukan oksida nitrat. Senyawa tersebut berperan dalam membantu pelebaran pembuluh darah.
Sirkulasi darah yang baik dibutuhkan oleh berbagai organ tubuh, termasuk organ reproduksi pria. Dalam proses ereksi, aliran darah menuju penis menjadi salah satu faktor yang sangat penting.
Meski demikian, belum tepat jika konsumsi semangka disebut sebagai terapi untuk disfungsi ereksi. Bukti klinis mengenai L-citrulline masih perlu dibedakan dari bukti khusus mengenai konsumsi buah semangka.
2. Berpotensi membantu menjaga fungsi ereksi
Hubungan antara L-citrulline dan fungsi ereksi menjadi salah satu alasan semangka kerap disebut sebagai buah yang baik untuk pria.
Penelitian terhadap pria dengan disfungsi ereksi ringan menunjukkan bahwa pemberian L-citrulline dapat meningkatkan tingkat kekerasan ereksi pada sebagian peserta. Hasil tersebut memberikan gambaran mengenai potensi jalur L-citrulline-L-arginine-oksida nitrat dalam mendukung fungsi ereksi.
Namun, penelitian tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa makan semangka dalam jumlah tertentu mampu mengatasi disfungsi ereksi.
3. Kerap dijuluki “Viagra alami”
Semangka terkadang mendapat julukan “Viagra alami” karena kandungan L-citrulline di dalamnya. Istilah tersebut lebih bersifat populer daripada istilah medis.
Semangka tidak bekerja seperti obat disfungsi ereksi. Obat untuk gangguan ereksi memiliki mekanisme kerja dan dosis yang telah diteliti secara khusus, sedangkan L-citrulline dari makanan hanya menjadi salah satu sumber nutrisi yang dapat mendukung jalur produksi oksida nitrat.
Karena itu, semangka sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pola makan sehat, bukan pengganti obat yang diresepkan dokter.
4. Membantu memenuhi kebutuhan cairan
Sebagian besar komposisi semangka berupa air sehingga buah ini dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu, semangka juga relatif rendah kalori dan menyediakan sejumlah vitamin serta mineral. Data USDA mencatat satu cangkir semangka potong atau sekitar 152 gram mengandung sekitar 46 kalori dan 14 miligram vitamin C.
Hidrasi yang cukup penting bagi fungsi tubuh secara keseluruhan, termasuk metabolisme dan kemampuan tubuh menjalankan aktivitas fisik.
5. Menyediakan antioksidan likopen
Warna merah pada daging semangka berasal antara lain dari likopen, yaitu senyawa antioksidan yang juga ditemukan pada sejumlah buah dan sayuran lainnya.
Likopen telah diteliti dalam kaitannya dengan kesehatan reproduksi pria. Sejumlah penelitian menemukan kemungkinan manfaat terhadap beberapa parameter sperma, tetapi hasil penelitian belum cukup untuk menyimpulkan bahwa mengonsumsi semangka secara langsung dapat meningkatkan kesuburan pria. Kajian sistematis dan meta-analisis terbaru juga menyebutkan bahwa bukti mengenai efek likopen terhadap berbagai parameter kesuburan masih belum konsisten.
6. Mendukung kesehatan reproduksi
Antioksidan berperan dalam melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif. Kondisi stres oksidatif sendiri diketahui berkaitan dengan berbagai aspek kesehatan reproduksi pria, termasuk fungsi dan kualitas sperma.
Karena semangka mengandung likopen dan vitamin C, buah ini dapat menjadi salah satu sumber nutrisi dalam pola makan yang mendukung kesehatan secara umum. Namun, tidak tepat menganggap semangka sebagai terapi untuk masalah kesuburan.
Penanganan gangguan kesuburan tetap memerlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab yang mendasarinya.
7. Menunjang kebugaran tubuh
Semangka menyediakan vitamin C, vitamin A, kalium, serta berbagai senyawa antioksidan. Kandungan tersebut mendukung kebutuhan nutrisi tubuh dan dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang.
Kondisi tubuh yang bugar tentu berpengaruh terhadap kemampuan seseorang menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk aktivitas seksual. Namun, peningkatan stamina seksual tidak dapat secara langsung dikaitkan hanya dengan konsumsi semangka.
Bukan pengganti obat disfungsi ereksi
Berbagai kandungan dalam semangka memang memiliki potensi yang menarik untuk dikaitkan dengan kesehatan pembuluh darah dan reproduksi pria. Namun, penting membedakan antara potensi manfaat suatu zat gizi dan bukti klinis bahwa sebuah makanan dapat mengobati penyakit tertentu.
Khusus untuk L-citrulline, penelitian pada pria dengan disfungsi ereksi ringan menunjukkan hasil yang menjanjikan, tetapi penelitian tersebut menggunakan suplemen L-citrulline dan melibatkan jumlah peserta yang relatif kecil.
Begitu pula dengan likopen. Sejumlah penelitian menunjukkan kemungkinan manfaat terhadap kesehatan reproduksi pria, tetapi bukti yang ada belum cukup untuk menjadikan semangka sebagai pengobatan gangguan kesuburan.
Karena itu, semangka lebih tepat dipandang sebagai salah satu buah yang dapat dimasukkan ke dalam pola makan sehat. Jika penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi, atau masalah kesuburan berlangsung terus-menerus, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab dan menentukan penanganan yang sesuai.

Posting Komentar