Benarkah Jamur Kancing Bisa Picu Asam Urat? Ini Faktanya

Benarkah Jamur Kancing Bisa Picu Asam Urat? Ini Faktanya

JAKARTA - Jamur kancing kerap masuk dalam daftar makanan yang dihindari oleh sebagian orang karena dianggap dapat meningkatkan kadar asam urat. Anggapan tersebut muncul karena jamur memang mengandung purin, senyawa yang dapat diuraikan tubuh menjadi asam urat.

Namun, keberadaan purin tidak serta-merta membuat setiap makanan yang mengandung senyawa tersebut menjadi penyebab serangan gout. Pengaruh makanan terhadap kadar asam urat juga dipengaruhi jumlah yang dikonsumsi, pola makan secara keseluruhan, serta kondisi kesehatan seseorang.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (UI), Prof. Agustino Zulys, turut menjelaskan mengenai anggapan tersebut melalui unggahan di media sosialnya.

“Apakah jamur menyebabkan asam urat? Ini salah satu mitos yang paling sering beredar. Jamur memang mengandung purin, tetapi jumlahnya tergolong sedang, jauh lebih rendah dibandingkan banyak jenis jeroan. Bagi orang sehat, konsumsi jamur dalam jumlah wajar umumnya bukan penyebab utama asam urat,” ujar Prof. Zulys.

Jamur bukan otomatis penyebab serangan gout

Asam urat terbentuk ketika tubuh memecah purin. Sebagian besar asam urat sebenarnya berasal dari proses alami di dalam tubuh, sementara sebagian lainnya berasal dari makanan dan minuman. Jika kadar asam urat terlalu tinggi dan kemudian membentuk kristal di persendian, kondisi tersebut dapat menyebabkan gout atau penyakit asam urat.

Karena itu, kandungan purin dalam suatu makanan perlu dilihat secara proporsional. Penelitian mengenai hubungan pola makan dan serangan gout menunjukkan bahwa peningkatan konsumsi purin secara keseluruhan dapat meningkatkan risiko kekambuhan, tetapi pengaruh purin yang berasal dari tumbuhan lebih kecil dibandingkan purin dari sumber hewani.

Sejumlah panduan kesehatan juga tidak menempatkan sayuran sebagai kelompok makanan yang harus dihindari secara umum oleh penderita gout. Mayo Clinic, misalnya, menyebut beberapa sayuran dengan kandungan purin relatif tinggi tidak terbukti meningkatkan risiko gout dengan cara yang sama seperti makanan tertentu dari sumber hewani.

Meski demikian, penderita hiperurisemia atau gout tetap perlu memperhatikan jumlah makanan yang dikonsumsi.

“Yang perlu berhati-hati adalah orang dengan hiperurisemia atau gout, karena total asupan purin dari seluruh makanan tetap perlu diperhatikan,” tambah Prof. Zulys.

Dengan demikian, menyebut jamur kancing sebagai penyebab langsung serangan asam urat merupakan penyederhanaan yang kurang tepat. Namun, penderita gout juga sebaiknya tidak menganggap semua makanan yang mengandung purin dapat dikonsumsi tanpa batas.

Jamur kancing punya kandungan gizi

Selain persoalan purin, jamur kancing atau Agaricus bisporus memiliki sejumlah komponen yang menarik dari sisi nutrisi.

Jamur mengandung air dalam jumlah tinggi, tetapi juga menyediakan protein, serat, vitamin dan mineral dalam jumlah tertentu. Salah satu senyawa yang banyak mendapat perhatian adalah ergothioneine, yaitu senyawa yang terdapat secara alami pada jamur dan memiliki aktivitas antioksidan.

Penelitian menunjukkan ergothioneine memiliki sifat antioksidan dan sitoprotektif dalam berbagai penelitian, meski potensi manfaat tersebut tidak berarti konsumsi jamur dapat digunakan sebagai terapi untuk penyakit tertentu.

Prof. Zulys mengatakan kandungan air yang tinggi tidak berarti jamur miskin nutrisi.

“Benar bahwa kandungannya sekitar 90 persen jamur kancing adalah air, tapi justru 10 persen sisanya sangat padat nutrisi. Jamur kancing mengandung protein nabati, serat pangan, vitamin B kompleks, dan ergothioneine,” papar Prof. Zulys.

Ergothioneine menjadi salah satu alasan jamur banyak diteliti sebagai sumber antioksidan dari makanan. Senyawa tersebut dapat diperoleh manusia melalui makanan dan diketahui memiliki kemampuan menangkal berbagai spesies reaktif dalam penelitian biokimia.

Berpotensi mendukung kesehatan, tetapi bukan obat

Sejumlah penelitian juga tengah mengamati kandungan bioaktif pada jamur dan kemungkinan pengaruhnya terhadap peradangan, stres oksidatif, serta mikrobiota usus.

Penelitian mengenai polisakarida jamur menunjukkan adanya potensi dalam memengaruhi lingkungan mikrobiota dan kesehatan saluran cerna. Namun, banyak temuan tersebut masih berasal dari penelitian laboratorium atau model hewan sehingga belum dapat langsung diterjemahkan menjadi manfaat klinis pada manusia.

Karena itu, klaim bahwa konsumsi jamur kancing dapat secara langsung “memperbaiki mikrobiota usus”, “menurunkan peradangan”, atau “meningkatkan imunitas” perlu disampaikan secara hati-hati.

Prof. Zulys juga memberikan catatan mengenai keterbatasan penelitian tersebut.

“Pada uji in vitro terhadap tikus, jamur kancing membantu mempercepat pemulihan. Namun, belum dapat langsung disimpulkan memberikan efek klinis yang sama pada manusia,” tegas dia.

Hal ini penting karena hasil penelitian pada sel atau hewan tidak selalu menghasilkan efek yang sama ketika diterapkan pada manusia.

Cara mengonsumsi jamur bagi penderita gout

Bagi orang yang tidak memiliki masalah hiperurisemia atau gout, jamur kancing dapat menjadi bagian dari menu makanan yang beragam. Sementara bagi penderita gout, keputusan mengenai makanan yang perlu dibatasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada satu jenis bahan pangan.

Pola makan untuk membantu mengendalikan gout umumnya menekankan pengurangan makanan tinggi purin, terutama jeroan dan sejumlah jenis makanan laut, membatasi alkohol serta minuman tinggi fruktosa, menjaga berat badan, dan mencukupi kebutuhan cairan.

Yang tidak kalah penting, perubahan pola makan bukan satu-satunya cara menangani gout. Pada penderita dengan kadar asam urat tinggi atau serangan berulang, pengobatan sesuai anjuran dokter tetap dapat diperlukan.

Dengan demikian, jamur kancing tidak perlu langsung dicoret dari menu hanya karena mengandung purin. Pada orang sehat, konsumsi dalam jumlah wajar umumnya dapat menjadi bagian dari pola makan yang sehat. Sementara bagi penderita gout, porsinya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi dan keseluruhan asupan makanan.

Pada akhirnya, jamur kancing bukan makanan yang dapat menyembuhkan asam urat, tetapi juga tidak tepat jika langsung dicap sebagai penyebab utama penyakit tersebut. Yang lebih penting adalah melihat pola makan secara keseluruhan dan mempertimbangkan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Benarkah Jamur Kancing Bisa Picu Asam Urat? Ini Faktanya
  • Benarkah Jamur Kancing Bisa Picu Asam Urat? Ini Faktanya
  • Benarkah Jamur Kancing Bisa Picu Asam Urat? Ini Faktanya
  • Benarkah Jamur Kancing Bisa Picu Asam Urat? Ini Faktanya
  • Benarkah Jamur Kancing Bisa Picu Asam Urat? Ini Faktanya
  • Benarkah Jamur Kancing Bisa Picu Asam Urat? Ini Faktanya

Posting Komentar